Cerpen "Kecopetan Waktu Ziarah Makam"
Kecopetan Waktu Ziarah Makam
Karya : Baiq Rohmah
Hari minggu telah tiba, alangkah riangnya hati Anita dan adik-adik sepupunya, wajahnya tampak sumringah, terdengar canda dan gelak tawa mereka karena hari ini adalah hari yang sangat ditunggu-tunggu yaitu hari libur, Anita beserta keluarga pergi ziarah ke makam Anaq Iwoq, lokasinya berdekatan dengan Pantai di Labuhan Haji Kab.Lombok Timur, makam itu berada di dalam bangunan seperti bangunan rumah kemudian dibuatkan ruangan khusus dan memiliki penjaga.
Di halaman makam terdapat pohon besar, biasanya masyarakat mengikat ranting-ranting pohon itu dengan tali atau apapun itu yang bisa digunakan untuk mengikat dengan harapan supaya apa yang diinginkan atau yang dicita-citakan tercapai. Dan apabila apa yang diharapkan itu tercapai maka masyarakat akan kembali untuk melepas ikatan tersebut. Bagi mereka hal ini sudah biasa dilakukan walaupun ada juga sebagian orang tidak akan percaya dengan hal itu.
Saat itu pengunjungnya sangat ramai dan padat karena bertepatan dengan hari minggu.
“Waaaah ramai sekali ya Bu pengunjungnya hari ini”Anita tercengang.
“Iya, karena ini kan hari minggu, makanya ramai seperti ini” jawab bu Weni.
“Aduh bakalan lama nih ngantrinya” sahut Edo.
“Ya nggak papa kali ngantrinya cuma bentaran doang ,nggak nyampe sehari juga hahahaha”jawab Anita sambil mengejek Edo.
Anita dan keluarganya menunggu di halaman makam, di sana mereka melihat antusias masyarakat yang berbondong-bondong membawa hidangan dari rumah dan makan bersama keluarga di sekitar makam tersebut hal ini merupakan sebuah tradisi masyarakat sampai saat ini.
“Kayaknya seru juga ya Bu kalau kita makan bareng di sini? Tanya Anita
“Setujuuuuuuuu” jawab adik-adik sepupu
“Tenang-tenang nanti kita makan setelah ziarah, sekarang kita masuk dulu!” ajak Ibu Edo
“Siap tante” jawab Anita
Sesampai di dalam makam, Anita dan keluarganya pun berdo’a bersama yang dipimpin oleh kakek Anita sendiri. Kemudian setelah berdo’a. dan neneknya membasuh muka anak cucunya dengan air yang dialirkan di makam Anaq Iwoq tersebut bahkan sepupu- sepupu Anita yang kecil-kecil itupun ikut membasuh mukanya.
***
Setelah itu langsung keluar karena sudah banyak orang lagi yang masuk, waktu keluar mereka berdesak-desakan karena saking ramainya. Disini Anita merasa ada sesuatu yang mengganjal saat berdesak-desakan keluar tetapi ia tidak terlalu memikirkannya.
“Permisiii…permisii!” kata Anita sambil menuju ke luar.
“Hati-hati jangan berdesak-desakan” ujar pengunjung lainnya
Setelah sampai di luar ada beberapa anggota keluarga Anita yang ikut mengikat ranting-ranting pohon yang ada di halaman makam.
“Sebentar dulu,kita mau ikat ranting dulu” kata Ibu Edo
“Emang harus ya tan? dan kegunaannya apasih sebenarnya?” tanya Anita dan Edo penasaran.
“Sebenarnya nggak diharusin, tergantung kepercayaan kita aja. Katanya sih kalau kita punya keinginan maka harus mengikatnya disini, nanti kalau keinginan kita sudah terwujud harus datang lagi kesini untuk membuka tali yang di ikat itu” jelas Ibu Edo.
“Ooooo gitu ya” jawab Anita
“Ya udah kalau gitu kita cari tempat makan” kata bu weni
“Yeeeeee kita makan” jawab keluarga lainnya
Akan tetapi ada anggota keluarga yang tiba-tiba merasa kehilangan barang, ternyata bukan hanya dia saja ternyata ada beberapa pengunjung juga yang merasa kehilangan.
“Sebentar-sebentar kenapa dompet bibi ngggak ada di tas ya? Perasaan tadi masih di dalam tas ,kok sekarang nggak ada?” ujar bibinya Anita sambil ketakutan dan gemeteran
“Lah, kok bisa? Tadi juga ada pengunjung yang ribut katanya kehilangan juga, apa jangan-jangan waktu berdesakan tadi ada copet yang ikutan masuk dan berpura-pura jadi pengunjung juga? Kata Edo
“Tuh kan bener, tadi pas keluar itu perasaanku juga nggak enak, ternyata emang bener ada orang yang berbuat nggak baik” kata Anita takut dan gemeteran
“Aduh gimana ni (berkaca-kaca) kartu-kartuku ada di dompet semua” tambah bibi Anita
Semua keluarganya cemas dan berusaha menenangkan bibi Anita
“Tenang dulu bi, insya allah kalau memang masih rezeki bakalan balik lagi” kata Anita berusaha menenangkan bibinya.
Tiba-tiba orang-orang berlarian dan berteriak "copeeeettt….copeeett…copeeett" terik para pengunjung. Ternyata memang benar ada copet di sana. Beberapa keluarga Anita yang laki-laki ikut mengejar akan tetapi copet tersebut tidak bisa ditangkap.
"Yang tadinya suasananya aman, tenang, dan damai, tetapi berubah menjadi riuh seperti ini" Kata keluarga lainnya.
“Harus gimana lagi, kita jadikan pelajaran saja untuk kejadian hari ini, sewaktu-waktu kalau berada di keramaian seperti tadi sebaiknya tas atau apapun itu kalau bisa ditaruh di depan untuk keamanan, sekarang kita cuma bisa sabar dan ikhlas atas apa yang terjadi” ujar nenek Anita
“Iya bu” jawab bibi Anita berusaha menahan kesedihannya.
Setelah itu, Anita dan sekeluarga mencari tempat yang teduh untuk makan bersama walaupun suasananya kurang menyenangkan dan tidak seindah yang dipikirkan sebelum terjadinya musibah yang dialami.
***
TAMAT
Semangat berkarya ๐
BalasHapusCeritan yang menarik ๐
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
HapusKeren๐
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
HapusJadi penasaran sama makam anak iwoq, keren deh ceritanya✨
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
HapusKeren ceritanya๐. Terus semangat dalam berkarya
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
HapusBagus ceritanya๐๐ป
BalasHapusWaah alhamdulillah, terimakasih ๐๐ป
HapusCeritanya menarik terus kembangkan
BalasHapusSiap.. Terimakasih ๐๐ป
HapusAlurnya bagus
BalasHapusCeritanya sangat menarik, kaidah penulisannya sudah sesuai, semangat berkarya untuk ke depannya.
BalasHapusAlhamdulillah, masih dalam proses belajar
HapusTerimakasih๐๐ป๐
baguss cerpennya
BalasHapusCeritanya menarik, penjelasan yang digunakan juga tidak berbelit-belit sehingga membuat pembaca cepat memahami isi cerita.
BalasHapusSemangat berkarya ๐
Siap, terimakasih ๐๐ป
HapusCeritanya bagus koreksi sedikit yaaa^^ ketika kalimat "anita tercengang" Lebih bagus nya jgn di kasih tanda kurung, selebihnya cerita nya bagus. Semangat
BalasHapusOke siap, terimakasih atas sarannya๐๐ป
HapusTerbaik๐๐ป
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
HapusKeren, ditunggu karya selanjutnya, yang ga kalah menarik pastinya๐ค
BalasHapusSiap, terimakasih ๐๐ป
HapusMantap
BalasHapusTerimakasih ๐๐ป
Hapus